31 July 2026

Sebelum Bangun Rumah, Wajib Tahu “Feng Shui Bali” Ini

Sebelum Bangun Rumah, Wajib Tahu “Feng Shui Bali” Ini

Membangun rumah di Bali tidak sekadar memilih ukir-ukiran yang menarik. Dalam arsitektur tradisional Bali, terdapat pedoman bernama Asta Kosala Kosali yang mengatur tata letak, ukuran, serta bentuk bangunan agar selaras dengan alam, manusia, dan Tuhan melalui konsep Tri Hita Karana.

Asta Kosala Kosali sering dianalogikan sebagai feng shui Bali. Penerapannya dipercaya dapat membantu menciptakan keseimbangan dalam hunian serta mendukung kehidupan keluarga yang lebih harmonis. Karena itu, setiap bagian rumah tidak ditempatkan hanya berdasarkan estetika, tetapi juga mempertimbangkan fungsi, arah, dan tingkat kesakralannya.

 

Tata Letak Rumah Tidak Boleh Sembarangan

Dalam Asta Kosala Kosali, tata ruang rumah mempertimbangkan arah kaja-kelod dan kangin-kauh. Setiap area memiliki nilai dan fungsi yang berbeda.

Beberapa contoh penerapannya antara lain:

  • Merajan atau sanggah umumnya ditempatkan di area kaja-kangin, yang dianggap sebagai bagian paling suci dalam pekarangan rumah.
  • Paon atau dapur biasanya berada di area kelod karena berkaitan dengan Dewa Brahma dan unsur api.
  • Area tempat tinggal, ruang berkumpul, dan bangunan pendukung lainnya diatur sesuai tingkatan kesakralan dan kebutuhan penghuni.

 

Penempatan tersebut menunjukkan bahwa rumah tradisional Bali dibangun sebagai satu kesatuan yang saling terhubung.

 

Ukuran Bangunan Disesuaikan dengan Penghuninya

Tidak hanya tata letak, ukuran bangunan dalam Asta Kosala Kosali juga diperhitungkan secara khusus melalui sistem pengukuran tradisional yang disebut sikut.

Pengukurannya dapat disesuaikan dengan proporsi tubuh pemilik atau penghuni rumah. Karena itu, ukuran pintu, tinggi tiang, hingga jarak antarbangunan dapat berbeda antara satu rumah dan rumah lainnya. Perhitungan tersebut bertujuan menciptakan keselarasan antara manusia, bangunan, dan lingkungan di sekitarnya.

 

Setiap Bagian Rumah Memiliki Makna

Dalam arsitektur tradisional Bali, setiap bangunan memiliki fungsi dan nilai simbolis tersendiri. Salah satunya adalah angkul-angkul, yaitu gerbang utama yang menjadi penghubung antara lingkungan luar dengan pekarangan pribadi.

Angkul-angkul bukan sekadar elemen dekoratif. Keberadaannya juga berfungsi sebagai batas ruang sekaligus bagian dari identitas rumah tradisional Bali.

Begitu pula dengan merajan, paon, bale, dan bagian rumah lainnya. Seluruhnya dirancang agar memiliki hubungan yang harmonis dalam satu pekarangan.

 

Wujudkan Rumah yang Selaras dengan Tradisi Bali

Sudah membayangkan rumah baru yang dibangun sesuai prinsip Asta Kosala Kosali untuk keluarga Anda? Wujudkan hunian yang selaras dengan tradisi Bali sekaligus sesuai kebutuhan keluarga bersama KPR Prima dari Bank Lestari Bali (BPR).

Nikmati promo bunga spesial mulai dari 6,75% p.a. pada tahun pertama dengan jangka waktu pembiayaan hingga 20 tahun. Silakan Tanya Lestari di 087778811771 untuk kami pandu lebih lanjut.

Selengkapnya mengenai KPR Prima: 

https://bprlestari.com/id/tentang-lestari/kredit-pemilikan-rumah-kpr-prima


BERITA LAINNYA

Sebelum Bangun Rumah, Wajib Tahu “Feng Shui Bali” Ini

BPR Lestari Bali, Berbagi Sepenggal Kisah di Panti Asuhan Ebenhaezer Denpasar

Mengusung misi #MakeanImpact, bulan ini BPR Lestari Bali kembali hadir dengan sejumlah program. Salah satunya adalah #LestariforKids yang merupakan program rutin dwiwulan BPR Lestari Bali. Bulan... Selengkapnya

Sebelum Bangun Rumah, Wajib Tahu “Feng Shui Bali” Ini

Aset BPR Lestari Bali Tumbuh 1,1 Triliun Di Triwulan 2 Tahun 2019

BPR Lestari Bali (member of Lestari Group) mencatatkan pertumbuhan aset yang memuaskan di triwulan 2. Tumbuh sebesar 1,1 Triliun secara Year on Year (YoY), saat ini BPR Lestari Bali mencatatkan... Selengkapnya

Sebelum Bangun Rumah, Wajib Tahu “Feng Shui Bali” Ini

Lestari Mebanjar Perluas Komitmen di Desa Siangan Gianyar

Setelah sebelumnya mebanjaran dengan Krama Bali di wilayah Kabupaten Badung, kini BPR Lestari Bali (member of Lestari Group) kembali melaksanakan dharma wacana bersama Krama Bali di Desa Siangan... Selengkapnya