Chat dengan kami disini

Hidup di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat modus penipuan semakin beragam dan semakin sulit dibedakan dengan layanan resmi. Salah satu modus yang kembali marak yakni penipu yang menyamar sebagai petugas Dukcapil lalu berpura-pura menghubungi masyarakat untuk “membantu aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)”.
Terlihat sangat meyakinkan, padahal aksi ini merupakan penipuan berbahaya yang menargetkan pencurian data pribadi dan akses finansial korban. Berikut penjelasan lengkap agar Anda tidak menjadi korban berikutnya.
Berdasarkan laporan masyarakat, pelaku biasanya melakukan melakukan aksinya dengan pola berikut:
Dengan alibi, data tersebut diperlukan untuk verifikasi aktivasi IKD. Padahal, data ini akan disalahgunakan untuk mengakses dan menguras saldo rekening bank, melakukan transaksi ilegal atas nama korban, hingga mendaftar pinjaman online ilegal.
Lindungi diri Anda dengan langkah berikut:
Jika Anda sudah memberikan data atau meng-klik link atau file mencurigakan, segera lakukan hal ini:
Jika terjadi sesuatu terhadap rekening bank Anda, segera lakukan pelaporan melalui kanal resmi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC): https://iasc.ojk.go.id
Ayo saling jaga keamanan digital! Modus penipuan digital berkembang sangat cepat, sehingga kita harus mawas diri dan meningkatkan kewaspadaan agar menjadi pegangan kuat dalam melindungi data diri dan keuangan Anda.

Setelah menikah, salah satu keputusan yang sering dibicarakan pasangan adalah soal tempat tinggal. Lebih baik tinggal bersama orang tua atau mulai punya rumah sendiri? Sebenarnya, tidak ada pilihan... Read More

Bank Lestari Bali (BPR) kembali menghadirkan program edukasi bagi nasabah melalui kegiatan Prime Society yang digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026. Mengangkat topik “Dari Aset Jadi Cuan:... Read More

Jangan mudah percaya dengan penawaran pelunasan atau pembebasan kredit menggunakan Surat Berharga Kedaulatan Keuangan Negara (SBKKN). Modus ini dapat menyasar debitur dengan menawarkan cara... Read More