Chat dengan kami disini

Pernah melihat investasi yang sedang ramai dibicarakan di media sosial, lalu merasa ingin ikut juga? Mulai dari aset digital, saham tertentu, hingga instrumen yang disebut-sebut bisa memberi keuntungan instant.
Namun, sebelum ikut karena takut ketinggalan tren alias FOMO, ada baiknya Anda memahami dulu risiko dan tujuan keuangan pribadi. Sebab, tidak semua instrumen yang sedang populer cocok untuk kondisi finansial setiap orang.
Investasi yang sedang viral sering terlihat menarik karena banyak dibicarakan. Apalagi jika ada cerita tentang keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, di balik potensi imbal hasil, selalu ada risiko yang perlu dipahami.
Sebelum menempatkan dana, penting untuk mengetahui cara kerja instrumen tersebut, tingkat risikonya, jangka waktu yang dibutuhkan, serta apakah produk tersebut sesuai dengan profil keuangan Anda.
Jangan sampai keputusan investasi hanya didorong oleh tren, tanpa memahami konsekuensinya. Karena jika seluruh dana ditempatkan pada instrumen yang fluktuatif, kondisi keuangan bisa terganggu saat nilai investasi turun atau dana dibutuhkan mendadak.
Diversifikasi portofolio adalah strategi membagi dana ke beberapa instrumen berbeda agar risiko tidak terkonsentrasi pada satu tempat saja. Sederhananya, jangan menaruh seluruh dana pada satu jenis instrumen. Anda bisa membagi dana sesuai kebutuhan, misalnya untuk dana darurat, tabungan, deposito, dan instrumen investasi lain yang sesuai dengan profil risiko.
Dengan diversifikasi, keuangan menjadi lebih seimbang. Ada dana yang bisa digunakan untuk kebutuhan harian, ada dana yang disiapkan untuk tujuan jangka pendek, dan ada pula dana yang ditempatkan untuk potensi pertumbuhan jangka panjang.
Saat banyak instrumen investasi bergerak fluktuatif, deposito masih relevan sebagai pilihan pengelolaan dana yang lebih terukur. Deposito memiliki jangka waktu yang jelas dan bunga yang dapat diketahui sejak awal, sehingga lebih mudah direncanakan. Deposito juga cocok untuk dana yang belum digunakan dalam waktu dekat, tetapi tetap ingin ditempatkan secara lebih produktif dibandingkan hanya mengendap di rekening transaksi. Bagi Anda yang ingin mulai mengatur portofolio dengan lebih seimbang, deposito dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjaga sebagian dana tetap stabil, terutama jika Anda belum ingin mengambil risiko terlalu tinggi.
Jika Anda ingin mulai diversifikasi dana tanpa harus datang ke bank, DepositoGo dari Bank Lestari Bali (BPR) dapat menjadi pilihan yang praktis, karena bisa langsung buka via LestariMobile. Promo khusus hingga 30 Juni, DepositoGo memberikan bunga mulai dari 6 persen per tahun untuk penempatan mulai dari Rp25 Juta hingga Rp50 Juta dengan jangka waktu deposito selama 3 bulan.
Menariknya, DepositoGo juga dapat dicairkan sewaktu-waktu dan bebas penalti, sehingga dana tetap lebih fleksibel jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Ingin mulai diversifikasi dana dengan DepositoGo? Buka DepositoGo melalui LestariMobile Anda atau Tanya Lestari di 087778811771 untuk kami pandu lebih lanjut.
Yuk hitung dulu simulasi deposito sesuai dengan nominal yang Anda inginkan, disini: https://bprlestari.com/deposito/kalkulator-deposito

Maraknya aktivitas digital turut meningkatkan risiko kejahatan siber. Saat ini, berbagai modus penipuan online kembali terjadi dengan cara menyamar sebagai instansi resmi pemerintah maupun aparat... Read More

Memasuki tahun 2026, tren desain interior rumah semakin mengarah pada kenyamanan, fungsionalitas, dan sentuhan personal. Banyak pemilik rumah mulai melakukan renovasi interior untuk menyesuaikan... Read More

Memiliki rumah pertama adalah impian banyak orang. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga aset jangka panjang yang nilainya berpotensi meningkat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, harga... Read More